Showing posts with label pikiran. Show all posts
Showing posts with label pikiran. Show all posts

Thursday, January 07, 2010

Digitalisasi Berbagi



Sedikit kumpulan status di Twitter, facebook, YM
“Gw dah nulis di blog ‘10 tips membaca dengan cepat’!” teman saya berkata dalam ymnya.
“Baru berbagi ‘bagaimana membangun bisnis online di internet’.” sebuah status twitter dan facebook mampir di wall saya
“Download E-book gratis gw tentang perjalanan gw ke hongkong” sebuah status di blog seseorang di internet sana
“Berbagi koin cinta untuk si juara” hmmm sebuah slogan berbagi untuk sesama

"berbagilah dan kamu akan mendapatkan lebih".

Hari ini gw sangat ingin menulis tentang berbagi, bukan karena gw dah expert dalam melakukan kegiatan itu tapi karena gw masih gagal dalam menjalani konsep berbagi ini. Berbagai macam task list gw coba tanam di dalam otak gw atau stick-it notes buat menjalanin konsep ini. Tapi kembali lagi kandas setelah beberapa waktu lamanya.

Jaman dulu kita berbagi hanya kepada teman, saudara, pacar atau kebeberapa orang di jalan yang kita anggap layak untuk kita bagi, dan pastinya hal yang kita bagi berupa benda dan naasnya lagi semua itu terkadang hilang tak berbekas. Tapi kalo jaman sekarang semuanya telah berubah. Berbagi bukan hanya bersifat materi tetapi bersifat pengalaman, cerita, photo, e-book dan banyak hal lainnya dan sekarang terkesan menjadi hal yang mudah. Tinggal tulis di blog tentang sesuatu atau cari di google, rangkum, posting dan jadilah sebuah media berbagi.

“Lebih baik kasih kail dan umpan daripada memberikan ikan”

Kalo kita mau kita bisa searching di google dan kita akan mendapatkan banyak contoh tentang orang-orang yang memiliki kemauan berbagi, bisa dilihat seperti http://ruangfreelance.com, http://www.smashingmagazine.com/, http://makemac.com, http://sudutpandang.com, http://www.salsabeela.com/,dan banyak website-website lain yang memang mengikuti konteks berbagi ini.
Terlihat mudah sih tapi pada kenyataannya hal itu sangat sulit. Banyak faktor yang bermain dari mulai planning, mood, rencana dadakan,  kemauan, tekad dan banyak alasan yang kadang datang dengan tiba-tiba tanpa di undang, hmmm… hal yang sangat menyebalkan.

Kalo ditanya keuntungan gw nggak bisa bilang apa-apa, tapi gw yakin dengan kita berbagi orang akan mengetahui kita dengan lebih baik. Orang akan tau kemampuan kita dan pastinya kemauan kita juga dan bila kita beruntung kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih.

Itu beberapa hal yang gw tangkap saat ini, jaman social media dimana jaman seseorang berbagi dan pastinya secara digital.

Friday, January 01, 2010

Pilih jalanmu

Hari ini saya sibuk mencari themes buat blog, yah sedikit berganti rupa nggak dosa kan. Karena blogger agak sedikit ribet masalah themes dan mencari themes yang sesuai agak sulit, saya kemudian berpikir enakan pake wordpress yah? tapi tujuan gw apa sih sebenarnya ngeblog ini.

Akhirnya pikiran gw mulai melayang ke beberapa pertanyaan yang selalu dilemparkan ke gw.

"Ehhh gus enakan wordpress apa blogger?" pertanyaan seorang teman.
"Kapan kita pakai blogger kapan kita pakai wordpress?" pertanyaan seorang teman lainnya.
"Wordpress kan asyik bisa di rubah sana sini, bisa di ganti-ganti?"' Ketika sudah di jawab.

Sebenarnya jawabannya sangat singkat dan akan kembali ke pertanyaan lain lagi.
"Apa sih inti yang dicari?"
"Nulis? buat cari profit? gaya? gaul? development? buat company?"
"Mau gratis atau berbayar"
"Dah punya hosting atau belum?"

Dan mungkin banyak pertanyaan lain untuk meyakinkan diri sendiri. Dan hal paling simple atas jawaban itu semua, temukan apa yang kalian inginkan dan ingin dicapai dari ngeblog ini.

Mau santai dan cuman pengen nulis, registrasi langsung ke blogger.com atau ke wordpress.com, serta nikmatin fasilitas gratis yang ditawarkan dan tidak perlu pusing dengan segala tetek bengek yang menguras otak.

Mau keren, profesional serta punya domain keren, beli hosting, download dan install wordpress di mesin kamu, serta atur sendiri segala halnya demi kepuasan pribadi :)

Semua hal itu simple ketika kita sudah mengerti apa yang kita cari dan tuku, jadi kenapa mesti berpikir susah, cari hal yang simple and do it.

Thursday, December 31, 2009

Harapan itu



Kata orang tahun baru saatnya mikirin  hal-hal baru, bikin planning dan rancangan. Bikin target untuk tahun yang akan datang dan sibuk merenungkan apa yang telah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Pemimpi mungkin itu yang tepat kusandang saat ini, seperti kebanyakan orang yang memulai akhir tahun dengan mimpi indah dan harapan indah yang ingin di raih untuk besok tahun yang baru, dimulai dengan berbagi cerita dan harapan dengan orang dekat atau disekelilingnya dan  berharap mimpi itu terwujud tanpa celah. Tapi setelah hari berlalu semua mimpi-mimpi itu musnah tak berbekas. Tahun yang tetap sama 4 digit angka numeric yang dimulai dengan tanggal merah, tanggal untuk bersantai dan bersenang-senang.

Selamat Pergantian Tahun mari kita bermimpi dah menikmatin mimpi itu, karena memang kita terlahir menjadi seorang pemimpi. Selamat tinggal 2009 dan Selamat datang 2010. Selamat jalan Gus Dur, Frans Seda dan para pemimpin yang telah hilang, selamat datang para calon pemimpin dan panutan baru.

Monday, October 26, 2009

Ini takutku mana takutmu


Perjalanan ini masih panjang sobat-mungkin itu kata-kata yang ingin gw ucapkan untuk diri gw sendiri bila gw terbelah menjadi dua bagian yang saling melengkapi. hal-hal yang gw lakuin mungkin hanya bagian kecil dari potongan puzzle-puzzle yang mesti gw pasang ke dalam tempat-tempat yang tepat.

Jujur ini baru dua paragraph tulisan gw sudah tidak ada ide lagi buat menulis, kayaknya apa yang pengen gw tulis nggak sesuai dengan karakter yang ingin gw bangun. Karakter yang ingin gw bentuk dan gw sampaikan kepada dunia. wakakakakkakaka
Mungkin bagi sebagian orang puzzle-puzzle yang mereka mainkan terasa mudah karena mereka sudah memiliki pola yang digunakan, tapi bagi sebagian orang lagi menyambung potongan puzzle ini bukan hal yang mudah karena banyak tantangan yang harus dilewati dan belum menemukan pola yang tepat. Dan ada sebuah tantangan yang paling klasik yang gw ketahuin "KETAKUTAN"

Takut nggak sesuai, takut kalah, takut terbang (ini gw), takut menyakitin orang, takut menangung resiko, takut dikucilkan, takut terlalu ganteng. Itu mungkin beberapa ketakutan yang bisa gw sebutkan dan pasti masih banyak lagi yang lainnya.

"Gus jadi nggak balik ke palembang?" bokap gw nanyain status kepulangan gw.
"ehhhh, nggak tau juga nih liat aja nanti." gw dengan ragu-ragu menjawab
"Napa? emang nggak dapat tiket pesawat." bokap tercinta mulai interogasi
"Hmmm bukan sih, tiket pesawat sih ada." gw mulai menjawab jujur
"Terus kenapa?" bokap mulai sigap bertanya lagi
"Gw takut naik pesawat!" gw mulai menjawab jujur

dan bokap mulai tertawa puas dan bertanya gimana ntar mau ke luar negeri kalo takut naik pesawat? dan dia memberi saran tinggal tutup mata dan tidur :D

Cerita diatas memang benar adanya, bukan gw nggak pernah naik pesawat tapi gw memang benar-benar takut dengan ketinggian, ketinggian membuat gw parno ditambah goncangan dangdut di atas awan sana bersama pramugari yang montok dan sexy.

Sebenarnya ketakutan-ketakutan tersebut membentuk dan membangun pribadi seseorang. Semakin kita takut semakin kita membentuk karakter yang tidak kita inginkan. Dan lebih parahnya lagi ketakutan tersebut membuat seseorang menghapus semua mimpi dan anggan-anggan yang pernah di bangun dari kecil.

Kalo kita sadar perjalanan yang kita laluin sebenarnya berhubungan dengan melawan ketakutan yang ada, semakin berani kita menantang ketakutan kita semakin besar peluang kita untuk mencapai hal yang kita inginkan. Teori semakin besar resiko akan semakin besar hasil yang didapat itu memang benar adanya.

Teman saya pernah bilang "Ketika lo menantang ketakutan elo, lo akan merasakan sebuah adrenalin yang memacu elo untuk menjadi pecandu"

Sunday, September 06, 2009

Semua Orang Tau Jawabannya


"Kenapa A, kok manyun gitu?" iyra si capcaibakar bertanya di sela acara makan tadi malam
"Setiap orang tau kan jawaban dari pertanyaan mereka?" gw balas bertanya tanpa memberikan jawaban yang pasti ke si capcaibakar
"Maksudnya?" dia kembali bertanya ke gw yang tetap cuek dengan pemikiran-pemikiran jeniusnya :)
"Iya, tentang semua masalah yang mereka hadapi." gw mulai kembali bangun dalam lamunan
"Yups... semua orang tau jawabannya tapi cuma takut keluar dari comfort zonenya" ujar capcai sambil melanjutkan minumnya
"Comfort zone itu berarti zona aman dan nyaman kan?" kembali pertanyaan nggak penting keluar seorang agus yang keren
"yups..." teryata si capcai cuma jawab singkat, sial...!

Tadi itu sebuah cerita obrolan gw dengan seorang capcaibakar, seorang blogger yang berusaha lulus kuliah dengan IPK tinggi tapi tetap nggak lulus-lulus. Sebuah obrolan singkat tentang hal-hal yang kadang dianggap tidak penting tapi cukup penting.

Semua orang pasti tau jawaban untuk semua masalah yang dihadapinnya, tapi terkadang dengan polosnya dan kadang tanpa dosa bertanya dengan orang lain untuk jawaban yang sebenarnya mereka tau. Seperti "gila perut gw buncit amat" atau "gimana sih supaya gw cepat kaya?" atau "gw kok nggak bisa kayak elo yah yang supel ceria dan banyak teman."

Hmmm apakah mereka males berpikir ataukah memang takut untuk keluar dari zona nyaman, aman dan biasa dilakukan. hmmm kayaknya besok gw mulai coba olahraga biar perut ini nggak buncit kayak orang hamil lagi.

Yups semua orang memang sudah tau.

Saturday, September 05, 2009

Foto yang berbicara






Foto-foto di atas adalah foto-foto temen-temen gw ketika masih kecil, lebih tepatnya masa smp, masa dimana semua kesenangan dimulai, masa dimasa semua cerita seperti kenangan indah walaupun ada beberapa yang cukup tidak mengenakkan, tapi yang kita skip aja dan ambil hal yang indah dan mengasyikkannya.

Dulu sewaktu gw kecil gw benci dengan acara difoto, bukan gw takut kekerenan gw luntur ataupun takut camera yang digunakan ikut terbakar mengikutin kulit gw yang menjadi eksotik terbakar sinar matahari (*panjang penjelasannya*), tapi lebih kearah gw nggak pede dengan tampang yang gw punya saat itu... hmmm "walaupun sebenarnya gw fotogenik kalo gw punya niatan tulus ikhlas" *protes traktir gw makan*

Foto di atas banyak becerita betapa bahagianya temen-temen gw, dan mungkin bila foto tersebut di taruh di antara mereka semua, banyak hal yang akan bercerita. Mulai basket, puasa, sholat rame-rame jalan bareng, mancing dan semua kesenangan lainnya. Tapi bila mengigat foto tersebut ada sesal yang hinggap kenapa gw begitu takut untuk di-abadikan dalam sebuah foto. Dan bila gw punya mesin waktu gw akan berusaha hinggap di foto itu buat di abadikan.

Hmmm masa yang indah tapi yah sudahlah gw akan coding lagi.

Tuesday, August 11, 2009

Ikutin gw dan mari bermimpi


"Uda berfikir positif aja dan mimpiin apa yang lo inginin" ujar gw dengan cuekknya
"Ngapain mimpi-mimpi yang gede, ntar kalo jatuh sakit dan bisa gila" temen gw mulai menimpalin
"Jadi mending realistis aja, yang mungkin-mungkin aja" temen gw kembali menimpali
"Emang salah yang kalo kita bermimpi yang tinggi?" gw mulai nggak setuju

Obrolan itu mulai panjang dan mulai bercerita tentang gimana kita-kita akan menyambut dunia, dan pastinya dalam percakapan itu gw mulai bercerita bagaimana gw bermimpi dan bagaimana impian itu telah tercipta dan pastinya tetap tidak berhasil membuat mereka mengakui, tapi setidaknya mereka pernah mendengarkan dan mengetahui bahwa mimpi itu tidak salah.

Impian kadang menjadi hal yang sangat menakutkan bagi sebagian orang, takut karena tidak bisa mencapainya atau takut bila jatuh dan terjun bebas dan kandas, yang pastinya impian mengalami sebuah proses seperti roller coster yang terbang dari ujung ke ujung dengan kejutan-kejutan yang tidak kita duga. Dan selama kita masih hidup berarti kita masih bisa mecapai mimpi itu.

Buku travellous karangan Andrei Budiman membuat saya kembali ke masa gw memimpikan sesuatu, impian gw tentang masa kecil dan dewasa, impian untuk tinggal di negara eropa yang terkenal dengan cerita Hitler dan nazinya. Yup Jerman sebuah kota yang sama sekali belum pernah gw googling, nggak pernah gw tau bentuk dan lokasinya di peta.

Kenapa Jerman? hmmm pertanyaan yang bagus dan gw sama sekali belum bisa menjawab kenapa gw ingin ke Jerman. Karena secara insting gw ingin sekali pergi ke eropa dan merasakan kota Jerman (semua orang pasti ingin juga yah :p), mungkin ada saatnya gw harus memulai ber-googling tentang Jerman, bila ada teman-teman yang punya alasan, akses ataupun duit lebih untuk kasih ke gw please share yah.
"gus bandung kota dingin loh, ntar kalo kesana bakalan putih tuh kulit" andi sahabat dekatku dan teman sepermaninan memulai obrolan ketika gw masih sd
"yang bener...?" dengan tidak percaya gw bertanya tentang hal itu
"iya mbak susi di bandung dan bilang dingin, terus balik ke palembang putih" andi kembali menimpali

Yak itu pembicaraan gw sewaktu kecil bersama sahabat gw andi, tentang bandung yang dingin dan akan memutihkan kulit. Mungkin alasan bodo yang gw gunakan untuk ke bandung adalah memutihkan kulit gw yang coklat ini. Alasan bodo bisa jadi alasan bagus untuk kemudian hari, walaupun kulit gw tetap gelap dan bandung tidak dingin seperti dulu.

Impian perjalanan itu gw simpan dan gw pikirkan, dan selalu gw bilang ke bokap dan nyokap gw, walaupun gw nggak terlalu yakin gw bakal pergi ke bandung dan meninggalkan kota gw itu, tapi gw tetap yakin. Sampai akhirnya gw sekarang tinggal di bandung.

Untuk post kali gw akan skip cerita tentang gw dan bagaimana gw sampai terdampat bandung, tapi gw cuma mau memberitahu apa yang telah gw lakuin buat bisa ke Jerman, kota yang akan gw kunjungin suatu hari dan pastinya tetap bersama mimpi-mimpi gw.

Gw mulai belajar bahasa german baik dari CD ataupun dari buku-buku yang gw beli, walaupun jujur itu belum sepenuhnya sukses :D dengan alasan gw sibuk dan etc :p yang akhirnya membuat gw melupakan buku-buku dan cd itu. Tapi yakin gw akan tetap mengetahui hal-hal tersebut melalui media lain baik itu langsung maupun tidak langsung.

Ada sedikit pembenaran tentang salah satu impian gw ini, dan gw anggap itu sedikit sinyal dan tanda-tanda kalo suatu hari gw akan ke jerman dalam... wakakkakaakakaka. Yak ini sedikit sinyal itu:

Tetangga gw pernah meminjamkan buku tentang jerman dari hidup sampai ke objek wisata, kembali lagi buku itu ntah hilang kemana dan kayaknya saatnya gw kembali mencari buku tersebut dan membaca. Dan mulai berhayal lagi....

Nah untuk sinyal satunya gw akan mengambil teman sekostan gw dan sahabat gw, andi dia kuliah di sastra jerman dan gw anggap itu juga sebagai salah satu koneksi tentang impian gw ke jerman ini, walaupun ini juga termasuk pembenar-pembenaran sekali lagi. Tapi nikmatin aja.

Intinya dari ini semua gw nggak akan takut buat bermimpi, dan akan berusaha buat mencapainnya dan yakin impian itu suatu hari akan terwujud. Berfikit positif dan bermimpi yang indah dan lakukan yang terbaik, hal-hal tesebut yang saat ini bisa dilakukan.

Jadi siapa yang ingin ikut bermimpi dan bermain di roller coster impian ini :D

Tuesday, July 21, 2009

Cerita tentang bom itu

Jam 11 malam ke atas biasanya gw rajin banget membuka TV nasional, dan mulai merilik-lirik berita, yah buat gw nyadar aja teryata di bumi Indonesia tercinta ini masih banyak hal yang bisa gw dengar selain acara sinetron atau jokes yang dipaksakan.

Tapi setelah kejadian bom di JW Marriot dan Ritz Carlton semua statiun berita hanya menanyangkan tentang kejadian tersebut. Jujur gw sudah sangat bosan dengan berita yang ada. Mungkin ada baiknya jangan terlalu di ekspos berita tentang kejadian itu. Alasannya simple masih banyak berita lain yang juga menarik dan layak di dengarkan baik itu dari Indonesia sendiri maupun dunia.