Monday, April 17, 2006

bokek

Teryata bokek itu nggak asyik banget, gila gw nggak bisa ngapa - ngapain, mana nggak ada duit 100 rupiah pun di kantong, mana makan cuma pake nasi putih plus telor lagi, Wah lama - lama bisa bisulan abis nih.

Dengan bokek ini gw nggak bisa ngeceng, makan enak jalan - jalan beli komik dan seluruhnya nggak bisa dilakukan, masih untung gw masih bisa minum ama boker, kalo boker juga gw mesti bayar bisa berabe.

Emang nasib banget, bokek plus pengen ML jadi satu, wah curiga bisa - bisa gw stress nggak jelas nih, mau jual diri emang sapa yang mau yah ama gw, coba creative nggak creative2 juga.

Yah kayaknya biarlah semuanya jalan dengan apa adanya, moga aja besok hari nasib gw berubah.

Thursday, April 06, 2006

PSK dan Pengemis

Pengemis dan psk, gw binggung yang mana yang lebih baik untuk sekarang ini. Yang kita bicarakan bukanlah PSK yang mencari uang demi kesenangan hidup seperti anak smp sma ataupun kuliah sekarang ini. PSK disini adalah mereka yang bener - bener nyari duit demi kehidupan esok dan keluarga dan merasa bersalah. Pengemis disini adalah orang yang meminta - minta di pinggir jalan dan di tengah jalan yang dengan cueknya mengorbankan masa depan anak kecil yang digedongnya ataupun yang di telantarkannya di tengah jalan.

Gw tadi melihat wajah pengemis itu, muka bersih badan kuat muda dan sambil mengendong bayi, apakah nggak ada lagi pekerjaan yang bisa ditekuninnya untuk medapatkan sesuap nasi, bagaimanakah pikiran anak kecil yang digendongnya menghadapin ini.

Malam cerah itu banyak mobil lalu lalang di sebuah jalan yang remang - remang, dengan senyumnya yang manja coba dia tawarkan, akhirnya dia mendapatkan apa yang dia dapat. Seorang lelaki dengan mobil yang cukup mentereng untuk kalangan mahasiswa. Sedikit tawar menawar akhirnya mereka hilang dari pandanganku. Setelah beberapa puluh menit mobil itu datang lagi dan menurunkan dia di depanku. Setelah dia pergi kuliat raut kesedihan dalam senyumnya.

Keduannya sama - sama menjual sisi manusianya, PSK menjual dirinya sendiri untuk kehidupan dia esok hari dan pengemis itu menjual jiwa2 kecil yang harusnya tertawa beryanyi dan bermain. Menjadi sebuah pertanyaan ku siapa yang lebih baik PSK itu ataukan pengemis itu.