Bandung kota yang sudah lama gw tinggalin, tapi banyak tempat yang gw belum singgahi. Salah satunya saung angklung mang udjo di daerah padasuka bandung.
Gimana ceritanya gw bisa nyesat kesana? Sebenarnya lebih karena jadwal weekend yang selalu gw coba setup bersama nandra dan capcaibakar. Iya gw dah beberapa waltu mensetup kegiatan weekend bersama. Kegiatan biasanya difokuskan denhan renang. Tapi kali ini bukan renang tapi jalan ke tempat selain mall. Dan setelah melihat referensi tempat gw putuskan untuk mengunjungi saung ini.
Hujan yang membasahi bandung hari ini tidak menyurutkan langkah gw dan nandra untuk membelah jalan bandung. Berbekal motor hijau wahyu kita bertiga melaju hujan2an. Yah antara romantis dan ngenas. Tapi siapa peduli. Starter motor berangkat walaupun nggak pernah tau tempatnya.
30menit kemudian kita sampai di padasuka. Dan mendapati tempatnya yang basah dan belum mengetahui ada acara apa disana dan mau ngapain. Masuk kedalam dengan bermodal 135ribu, 50ribu untuk yang sudah gede dan 35ribu buat anak2 berumur 35 tahun kita mendapatkan welcome drink dan selembar manual guide. Gw masih binggung ini tempat acara ada disebelah mana yah. Karena gw nggak ada informasiu awal apa dan bagaimana saung udjo ini.
Pertama masuk gw langsug bertemu dengan tempat souvenir dan membaca sebuah penunjuk arah ke toilet dan tempat acara. Dan gw baca selembaran teryata acara jam 15.30 dan teryata gw beruntung acara belum mulai. Gw ambil tempat duduk dan mulai menikmati lembaran bacaan yang gw terima sebelumnya.
Akhirnya acara dimulai. Awalnya gw tidak terlalu existing apa sih yang mau disuguhi untuk kita. Acara seperti apa bukannya ini bakal membosankan. Dan eng ing eng. Acara dimulai dengan seorang MC yang membawakan dual bahasa yang lama-lama menjadi satu bahasa, bahasa ingrriss. Dimulai dengan pertunjukkan wayang golek. Ok seperti biasa wayang golek yang gw nggak tau artinya karena bahasa sunda. Tapi teryata bukan itu mereka bukan menunjukkan jalur cerita tapi bagaimana wayang ini dimainkan. Interesting apa lagi untuk para bule-bule itu. Untuk gw juga cukup menarik.
Kemudian acara mulai bergulir menjadi yang lebih ke arah kesenian angklung. Yang benar-benar seru. Nada-nada indah terwujud dari keseragaman mereka. Dan musik yang traditional berubah ke musik yang moderen. Benar-benar pengembangan yang sangat sempurna.
Akhirnya tiba saatnya kita yang beraksi. Tiap pengunjung diberikan satu angklung untuk dimainkan. Dan kita diajarkan untuk memainkannya. Benar-benar hal yang seru.
Hal yang gw dapat dari sana. Para pelaku kebanyakan anak kecil mereka dari kecil sudah diajarkan bagaimana beraksi dan berani mengenal orang-orang yang baru kenal. Dan itu benar-benar menjadi pemandangan yang sangat jarang dilihat. Dan saung udjo memberikan pengalaman itu.
Ok kita lihat minggu depan petualangan apa lagi yang bakal kami jalanin. Bila ada ide coba disharing. Maaf lum ada gambar karena posting dari hp.
Sunday, March 28, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
Terima kasih atas infonya. Sangat bermanfaat. Kami juga ingin mengunjungi tempat ini kapan-kapan.
sama-sama mbak dila. Saya rekomendasikan tempat ini :)
Post a Comment