Tuesday, September 08, 2009

Sebuah Teori Konspirasi


Setelah sekian lama berbuka puasa dan tidak memakan nasi sampai saur menjelang, hari ini gw makan juga. Walaupun dengan perasaan kurang berselera gw samperin juga si tukang ayam penyet dan memesan sebuah ayam penyet lengkap dengan sambel dan tahu *nggak penting yah*

Seperti biasa gw akan memesan sebuah ayam penyet pedas dan si capcaibakar hanya ayam penyet yang nggak pedas. Dan beberapa menit kemudian si makanan tiba dengan indahnya, sebuah ayam goreng di balut sambal dan di temani sebuah tahu bersama beberapa lalapan wijau daun.

Sentuhan pertama... "hmm kok sambelnya nggak pedas yah? dan sedikit asam. tomat nih!" otak gw mulai berkomunikasi dengan hati sanubari terdalam
Sentuhan kedua... "apa lidah gw yang kurang ajar yah...? tapi beneran nggak pedas!" otak dan batin mulai berantem
Sentuhan ketiga... "ok gw kasih aja ini ke capcaibakar!" si logika mulai ambil jalan tengah

Dan gw akhirnya memutuskan meminta kembali sambal yang baru.
"Mas bisa minta sambel lagi nggak ?" dengan sedikit senyum gw menyapa
"Was sambelnya abis nih, sambil menunjukkan tempat sambel yang dah abis." kata masnya
"Kenapa sih nggak bikin samble lagi... hiks." gw lagi males ngotot dan balik kanan ke tempat duduk

Tak berapa lama setelah gw sampai di kursi yang patah mematah dan menjadi kursi customer si mas-nya mulai mengulek si cabai dan teman-temannya menjadi sebuah sambal. Dan membuat si ayam cobek gw berbumbu kebencian.

"Pelanggan adalah raja", sebuah kalimat marketing yang sering terucap, mungkin nggak selalu tepat yang paling tepat pelanggan adalah marketing, bila pelanggan puas maka secara otomatis pelanggan akan me-marketing-kan secara tidak langsung. Bila memang sebuah layanan butuh charge lebih maka pelanggan akan dengan sukarela memberikan charge lebih demi sebuah kepuasan.

capcaibakar bilang ini mungkin hanya sebuah teori konspirasi untuk menjatuhkan selera makan gw.

3 comments:

ikram said...

Kalo di Cawit Ciumbuleuit, minta nambah sambel kena biaya tambahan Rp 500. Gila kan.

Setyagus Sucipto said...

Kram di beben van java nambah sambel 2000 tapi yah gimana rasanya kurang kalo sambel nggak banyak.

ikram said...

Hah Rp 2000? Ckckckck. Sambel itu seharusnya gratis!