Hmmm, selalu saja perdebatan tentang akan kerja dimana setelah lulus menjadi pembicaraan hangat antara kami berdua. Selama perjalanan balik aku dan dia berbicara tentang masa depan yang akan dijalanin.
Aku berpendapat ia lebih cocok untuk bekerja pada level executive di sebuah perusahaan besar, tetapi ia ingin menjadi seorang dosen, dosen dengan kebebasan waktu dan iming-iming melanjutkan S2 ke perguruan-perguruan tinggi.
Dosen sebuah pekerjaan yang sangat mulia dan mungkin memiliki sebuah prospek yang bagus, tapi bagiku itu bukan sesuatu yang sesuai baginya, dengan kemampuan yang ia miliki dan bakat serta management waktu yang baik aku yakin dia bisa mencapai sebuah posisi yang baik.
Ada pertanyaan - pertanyaan yang mengelantung dalam semua pembicaraan itu.
1. Kenapa bukan aku yang berusaha untuk bekerja keras dan mencapai posisi yang baik.
2. Bila dia jadi seorang dosen akan banyak waktu yang dapat di bagi bersama si kecil.
3. Bagaimana kalo aku nggak dapat kerja seperti senior-senior yang lain
Buat pertanyaan pertama jawabanku pasti hal yang egois, yups... aku hidup tidak mengikutin aturan yang ada, bila aku paksakan untuk berada pada jalur yang biasa, aku takut tak akan mendapatkan sebuah kemajuan karena tidak suka berada dalam sebuah aturan yang baku. Dan kau paling tau akan sifatku dan cita - citaku dan aku yakin kau akan mengerti hal itu.
Untuk point kedua aku yakin masih akan banyak waktu untuk si kecil karena kau bisa membagi waktu dengan baik.
Kau sering mengutarakan hal tersebut dan sering kali kau berada pada posisi ketidakyakinan atas suatu hal dan pada akhirnya kau menemukan semua jawabannya ketika kau menjalaninnya.
Hmmm sebenarnya banyak faktor - faktor lain kenapa aku berharap kau bekerja pada sebuah perusahaan tapi mungkin biarlah aku simpan itu dalam pikiranku.
Thursday, September 20, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
wau dilema...n dilema. tapi mama mau aja tuh jika dikasi kesempatan jaga nandra. hahaha. semua orang juga melihat ira begitu gus. bahkan bunda sudah siapkan rencana untuk ira agar bisa bekerja di bank indonesia.
bilang ke ira, level eksekutif lebih asik. selain gaji gede sebenarnya waktu lebih banyak. karena kerjaan kantor jarang dibawa ke rumah.
tapi kalo dosen, laporan siswa lah, tugasnyalah, belum lagi pendampingan. tapi kita cuma bisa sarankan, karena ira jelas punya mimpi sendiri.
tul gakkk..untuk agus, semangat ya my man.gua yakin loe bisa bahagiakan adik gua dan anaknya. karena gua lihat kepercayaan itu di mata ira. (cici)
hoho terharu....
Post a Comment